Referensi Seputar
PEMUTAKHIRAN
pENDATAAN KELUARGA 2023
Silakan pilih pada topik yang sesuai untuk melihat jawabannya secara detail
- Untuk pengguna Smartphone Android, gunakan Aplikasi Pendataan Keluarga versi Android Native yang diinstall langsung dari Google Play Store
- Untuk pengguna iPhone, gunakan Aplikasi Pendataan Keluarga versi PWA yang dijalankan pada Google Chrome
- Untuk operator entri data pada wilayah metode formulir, gunakan Aplikasi Pendataan Keluarga versi PWA pada PC/Laptop yang dijalankan pada Google Chrome
- Secara periodik (rutin tiap rentang waktu tertentu) lakukan Sinkronisasi/Refresh , untuk memastikan pendataan yang sudah dilakukan akan tersinkronisasi ke server.
- Save Draft, saat pengisian blok pembangunan keluarga variabel 26 ato 27 sebaiknya lakukan Save Draft, agar jika ada permasalahan gagal simpan, data sudah disimpan dalam draft dan tidak perlu input data dari awal lagi.
- Backup As File, lakukan secara berkala pada saat data masih lengkap (sebelum terjadi permasalahan). Dengan adanya Backup, data hasil input akan disimpan dalam file tersendiri di HP Pendata. Jika di kemudian hari terjadi masalah data hilang, maka data bisa dikembalikan lagi menggunakan file tersebut. Perlu diingat, Backup As File dilakukan sebelum terjadi permasalahan. Jika sudah terjadi masalah data hilang baru kemudian melakukan Backup, maka sia-sia saja karena data sudah terlanjur hilang.
- Pada menu Daftar Keluarga, jika angka pada Data Lokal dan Data Server tidak sama, maka sebisa mungkin lakukan Sinkronisasi/Refresh saat mendapatkan koneksi internet yang memadai
Materi lengkap PPK23 bisa diunduh pada link sbb:
Rekaman Video VM Workshop Pemutakhiran Pendataan Keluarga 2023 Bagi Manajer Pengelola (MP) dan Manajer Data (MD) pada link sbb:
Aplikasi Pendataan Keluarga versi Android hanya boleh didapatkan dan dipasang (install) dari Google Play Store.
Cari dengan kata kunci “Pemutakhiran PK”
Dilarang melakukan install aplikasi Pendataan Keluarga versi Android melalui file APK, ataupun sumber-sumber lain selain dari Google Play Store.
Jika Pendata susah login di Aplikasi Android/PWA, lakukan beberapa langkah di bawah ini:
- Jika susah login dialami oleh semua Pendata, maka lakukan pengecekan:
- Pastikan akses internet cukup stabil dan memadai
- Jika akses internet sudah cukup baik namun susah login tetap dialami oleh semua Pendata, maka kemungkinannya adalah ada permasalahan di server, silakan hubungi Tim Provinsi
- Jika susah login dialami hanya oleh sebagian Pendata saja, maka lakukan pengecekan:
- Pastikan tidak ada salah pengetikan username ataupun passwordnya, termasuk hurif besar dan huruf kecil, jika sudah benar dan tetap tidak bisa, maka lanjutkan langkah berikutnya
- Dicoba login dengan menggunakan password bawaan awal (walaupun pernah ganti password, tetap coba dengan password bawaan awal (default), jika tetap tidak bisa maka lanjutkan langkah berikutnya
- MD/Spv lakukan ubah password Pendata tersebut melalui Portal dengan password baru yang tidak terlalu sulit diketik namun juga tidak mudah ditebak, tunggu minimal 60 menit, lalu coba login dari perangkat MD/Spv
- Jika langkah di atas tetap tidak bisa, silakan hubungi Tim Provinsi
Bisa.
GPS langsung menggunakan sinyal dari satelit tanpa harus ada akses internet.
Dengan Catatan:
- Saat login harus terkoneksi dengan internet.
- Fitur GPS/Lokasi diaktifkan
- Aplikasi diijinkan akses Lokasi
Kenapa Target KK pada Progress Kerja ini…

… tidak sama dengan jumlah KK pada Data Retrieve ataupun Daftar Keluarga?


Karena memang dua angka tersebut tidak harus sama.
Begini penjelasannya:
Target KK pada Progress Kerja di halaman awal (Home) adalah total target KK untuk Pendata tersebut, yang jumlahnya sesuai dengan Target KK yang diisikan oleh MD pada Aplikasi Portal PK (menu Pengaturan – Target KK Wilayah).
Misal pada Aplikasi Portal MD mengisikan Target KK untuk RT01=55, RT02=80, dan RT03=105. Kemudian Pendata Fatimah diberi wilayah kerja RT01, RT02, dan RT03. Maka di halaman awal Progress Kerja akan muncul angka 240 KK (55+80+105), yang merupakan target pemutakhiran yang harus dicapai oleh Pendata Fatimah.
Sedangkan Jumlah KK dalam Data Retrieve / Daftar Keluarga adalah total data KK yang pernah dientry saat PK21/PPK22. Semua KK hasil entry pada PK21/PPK22 untuk wilayah RT01, RT02, dan RT03 tersebut diambil dari server dan ditampilkan di HP Pendata siap untuk dimutakhirkan. Datanya dapat dilihat pada Aplikasi Portal PK menu Pengaturan – Master Wilayah, untuk VIDEO ▶️ Tutorialnya juga dapat dilihat di sini
Sebagai contoh, misal hasil entry data KK PK21/PPK22 pada ketiga RT tersebut totalnya hanya 99 KK, maka berapapun Target yang ditetapkan (100, 200, 240, 300, atau berapapun), data yang muncul data Data Retrieve / Daftar Keluarga tetaplah hanya 99 KK. Tidak mungkin jumlah KK hasil entry PK21/PPK22 yang hanya 99 KK tiba-tiba secara ajaib bertambah menjadi misal 240 KK mengikuti target.
Setelah berhasil Login pada Aplikasi Pendata Android atau PWA, ternyata ada RT ada yang tidak ada data KK-nya, atau jumlah KK-nya kurang.
Lakukan pengecekan sbb:
Langkah Pertama
- Masuk ke Daftar Keluarga/Data Keluarga
- Pada sisi atas, ada Data Lokal dan Data Server
- Apakah Data Lokal dan Data Server sudah sama angkanya atau belum?
- Jika belum, maka lakukan sinkronisasi hingga Data Lokal dan Data Server sama

Jika Data Lokal dan Data Server sudah sama namun tetap ada RT yang kosong atau kurang KK-nya, lakukan langkah berikut
Langkah Kedua
Apakah Anda yakin bahwa pada RT tersebut seharusnya ada data KK-nya? Bisa jadi memang pada RT tersebut masih kosong, belum ada KK hasil PK21/PPK22. Jika memang tidak ada KK hasil PK21/PPK22, tentu saja pada aplikasi Android/PWA juga tidak akan muncul KK-nya.
Untuk itu, Anda perlu memastikan berapa jumlah KK yang pasti pada RT tersebut dari hasil PK21/PPK22.
Jika setelah dilakukan pengecekan dengan cara sesuai pada video di atas, dan ternyata memang seharusnya ada KK hasil dari PK21/PPK22 yang tidak muncul pada aplikasi Android/PWA, silakan hubungi Admin, dengan menyertakan:
- Screenshoot tampilan pada aplikasi Android/PWA yang menampilan jumlah KK yang kurang/kosong tersebut
- Screenshoot tampilan hasil pengecekan jumlah KK pada Portal menu Wilayah seperti pada video di atas
- Username Kader
Jika Kader Pendata sudah banyak melakukan entry / pemutakhiran, tp merasa % Progress tidak sesuai (lebih kecil) dari hasil entry, silakan cek berapa jumlah KK yg terhitung sebagai progress di Daftar Keluarga.
✅ Terhitung Sebagai Progress:
🔸 Status Keluarga: “Ada” dan “Keluarga Baru“, dengan Status Sensus: “Valid“, “Anomali“, “Anomali Terkonfirmasi“, dan “Received“
❎ Tidak Terhitung Sebagai Progress adalah selain kategori di atas, yaitu:
🔸 Status Keluarga: “Pindah“, “Seluruh Anggota Meninggal Dunia“, “Tidak Ditemukan“, dan “Keluarga Bercerai” dengan Status Sensus apapun
🔸 Status Keluarga: “Ada” atau “Keluarga Baru“, dengan Status Sensus : “Tersimpan“, dan “Not Valid“
Catatan:
👉 Status Sensus “Kosong” berarti data hanya ada di HP Kader Pendata (belum terkirim ke Server), lakukan Replikasi/Sinkron/Refresh untuk memastikan data terkirim ke Server
👉 Status Sensus “Tersimpan” berarti data suda ada di Server, namun belum masuk ke dalam antrean Proses Validasi
👉 Status Sensus “Received” berarti data sudah di Server, sudah masuk antrean Proses Validasi, silakan tunggu proses validasi di Server selesai, apakah nantinya akan menjadi Valid atau status lainnya
👉 Status Sensus “Not Valid” berarti data harus diperbaiki agar bisa menjadi ‘Valid’, ‘Anomali’, atau ‘Anomali Terkonfirmasi’
👉 Status Sensus “Undefined” adalah bug (error), seharusnya tidak ada status itu, silakan coba diedit dan disimpan lagi
Apa yang bisa kita lakukan jika status sensus masih tetap “Tersimpan”, sudah ditunggu lama tetapi belum berubah menjadi “Received” atau bahkan tervalidasi?
Dari sisi kita sebagai pengguna Aplikasi, tidak dapat memaksa server untuk lebih cepat lagi memproses antrean KK di server.
Yang bisa kita lakukan adalah:
- Rutin lakukan Backup (sebelum terjadi kasus data hilang, dll), untuk berjaga-jaga agar jika tiba-tiba terjadi error yang mengakibatkan data kita hilang, masih ada harapan datanya bisa dikembalikan dengan Backup tersebut
- Rutin lakukan Sinkronisasi/Refresh, untuk mengsinkronkan data di HP Kader Pendata dengan di Server
- MD bisa sesekali membantu cek hasil pendataan Kader Pendata dengan cara login menggunakan username Kader Pendata di PWA melalui Laptop/HP lain (selain punya Kader Pendata), karena bisa saja ternyata di server statusnya sudah berubah, tetapi tidak sinkron dengan HP Kader Pendata, dan juga sekaligus memastikan bahwa data hasil kerja Kader Pendata sudah aman tersimpan pada server
Apakah ada manfaatnya Kader Pendata seringkali melakukan Sinkronisasi/Refresh? Manfaatnya adalah Kader Pendata dapat segera mengetahui status terakhir dari Proses Validasi yang terjadi di Server, namun tetap saja tidak dapat mempercepat Proses Validasinya itu sendiri.
Di atas adalah hal-hal yang bisa kita lakukan, selanjutnya semua tergantung pada proses di servernya. Kita tidak bisa mengintervensi servernya, biarkan Tim Server di Pusat melakukan yang terbaik untuk proses validasinya.
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
- Edit/Ubah KK dimana anak tersebut berada.
- Ubah status Mutasi Anggota Keluarga menjadi “Menikah”, dan jangan lupa disimpan.
- Lakukan mulai langkah 1-2 pada KK calon suami/istrinya jika KKnya masih dalam wilayah Pendata
- Buatkan KK baru untuk pengantin baru tersebut
Dengan contoh akan lebih mudah. Misal ada keluarga hasil PK21 terdiri atas suami, istri, dan seorang anak. Saat ini ternyata mempunyai anak lagi, sehingga total mempunyai 2 anak.
Langkah-langkah pemutakhirannya adalah sebagai berikut:
- Edit/Ubah KK tersebut.
- Pada halaman awal, ada pengisian jumlah anggota keluarga, yang awalnya hanya terisi angka 3 (suami, istri, dan 1 anak), maka sekarang silakan isi menjadi angka 4 , karena sekarang anggota keluarganya sudah menjadi 4 orang (suami, istri, dan 2 anak).
- Silakan ke halaman selanjutnya untuk memutakhirkan Anggota Keluarga No. 1 (Kepala Keluarga), lanjut ke No. 2 (Istri), lanjut lagi ke No. 3 (Anak Pertama), dan silakan lanjut lagi ke halaman selanjutnya.
- Di halaman selanjutnya inilah kita bisa mengisi data kependudukan untuk anak yang baru tersebut, yaitu Anggota Keluarga No. 4
- Lanjutkan pemutakhiran seperti biasa, hingga selesai
Jika anggota keluarga selain suami atau istri ada yang meninggal dunia maka langkahnya adalah sebagai berikut:
- Edit/Ubah KK tersebut.
- Lakukan pemutakhiran seperti biasa di tiap halaman, dan tekan tombol Selanjutnya untuk berpindah halaman berikutnya.
- Saat halaman yang tampil adalah data anggota keluarga yang meninggal tersebut, maka ubah status Mutasi Anggota Keluarga menjadi “Meninggal Dunia”.
- Lanjutkan proses pemutakhiran, dan simpan setelah selesai.
Untuk memudahkan kita menggunakan contoh. Pada PK21, ada KK yang terdiri dari janda bernama dengan seorang anak. Saat ini dia menikah lagi dengan seorang laki-laki, dan kini mereka sudah sah menjadi suami dan istri.
Jika suaminya pindah ke rumah istrinya, langkahnya pemutakhirannya adalah sebagai berikut:
- Edit/Ubah KK istrinya.
- Pada jumlah Anggota Keluarga sesuaikan dengan kondisi saat ini setelah mereka menikah dan tinggal serumah.
- Pada data tiap anggota keluarga, isikan dengan semua anggota keluarga pasangan baru ini.
- Syarat yang perlu diingat adalah Anggota Keluarga No. 1 adalah suami (jangan lupa update nama, jenis kelamin, dll), dan Anggota Keluarga No. 2 adalah istri, setelah itu barulah data Anggota Keluarga Anak dan Lainnya
- Jika Si Suami sebelum menikah sudah mempunyai KK sendiri, maka KK tersebut bisa dihapus. Namun jika sebelum ini Si Suami statusnya masih seorang anak, maka KK orangtuanya diedit, dan pada data Si Suami diisikan Mutasi Anggota Keluarga = “Menikah”.
Jika istrinya pindah ke rumah suaminya, langkahnya pemutakhirannya adalah kebalikan dari yang diatas, yaitu sebagai berikut:
- Edit/Ubah KK suaminya.
- Pada jumlah Anggota Keluarga sesuaikan dengan kondisi saat ini setelah mereka menikah dan tinggal serumah.
- Pada data tiap anggota keluarga, isikan dengan semua anggota keluarga pasangan baru ini.
- Syarat yang perlu diingat adalah Anggota Keluarga No. 1 adalah suami (jangan lupa update nama, jenis kelamin, dll), dan Anggota Keluarga No. 2 adalah istri, setelah itu barulah data Anggota Keluarga Anak dan Lainnya
- Karena sebelumnya Si Istri dan Anaknya sudah mempunya KK sendiri, maka KK dihapus.
Begitu juga untuk kasus Duda yang menikah lagi, dengan cara yang disesuaikan
Jumlah Progress Kerja belum 100% yang artinya Target belum tercapai, namun saat akan menambahkan KK Baru ataupun akan memutakhirkan KK yang sudah ada, muncul keterangan error bahwa “Jumlah yang didata telah tercapai atau target KK belum diset”, atau semacam itu.

Untuk memastikan, jangan fokus pada Total Target untuk Pendata tersebut, tetapi fokus pada RT mana muncul pesan keterangan error tersebut.
Sebagai contoh misalkan seorang Pendata mempunyai wilayah kerja RT05 dan RT06.
Detail targetnya adalah sbb:
RT05 = 100 KK
RT06 = 90 KK
Total Target = 190 KK
Saat ini yang sudah terdata:
RT05 = 100 KK (sudah tercapai 100%)
RT06 = 70 KK (masih kurang 20 KK)
Maka total terdata adalah 170 KK dari Target 190 KK, berarti masih kurang 20 KK lagi. Namun perlu diperhatikan, kurang 20 KK tersebut adalah pada RT06, bukan pada RT05.
Maka jika pemutakhiran dilakukan lagi di RT06 akan tetap bisa karena masih tersisa 20 KK belum terdata pada RT06.
Namun jika pemutakhiran dilakukan lagi di RT05 maka sudah tidak bisa karena target RT05 sudah tercapai 100% yaitu 100 KK .
Jadi perlu dicek pada RT mana yang sudah tidak bisa didata lagi, dan pastikan apakah target untuk RT tersebut sudah tercapai atau belum.
Sebagai Catatan, total keluarga terdata yang dihitung adalah KK dengan status Keluarga “Ada” dan “Keluarga Baru“, sedangkan status keluarga “Pindah”, “Bercerai”, dll tidak terhitung sebagai keluarga terdata.
Status Anomali berarti kondisi dimana ada data yang tidak wajar.
Contoh:
- Umur di bawah 10 tahun tetapi statusnya sudah bekerja
- NIK berupa angka 9999999999999999
- dll
Data tidak wajar tersebut bisa berarti memang benar faktanya seperti itu (misal memang benar-benar belum punya NIK, benar-benar masih anak-anak tetapi sudah bekerja, dll), tetapi juga bisa berarti ternyata karena kesalahan saat entri data.
Nantinya Kader harus cek ulang data tersebut, dan mengkonfirmasi jika data tersebut jika memang faktanya seperti itu, atau memperbaiki jika memang ternyata karena kesalahan entri data.
Llakukan pengecekan lebih lanjut pada tiap KK yang kembar/dobel tersebut.
Contoh 1
Ternyata dua KK dengan NIK kembar tersebut benar-benar persis sama semua detail di dalamnya termasuk anggota keluarga, maka bisa dipastikan bahwa datanya memang dobel, maka dihapus salah satunya.
Contoh 2
Ternyata dua KK dobel/kembar tersebut memang mirip, tapi tidak persis sama. Salah satu KK-nya berisi data yang kurang lengkap, sedangkan KK satunya lagi berisi data yang lebih lengkap dan lebih baru. Maka tindakan yang diambil adalah menghapus KK yang datanya kurang lengkap tersebut, dan menyisakan KK satunya lagi yang datanya lebih lengkap dan lebih baru.
Contoh 3
Ternyata dua KK dengan dobel/kembar tersebut adalah keluarga yang berbeda, kebetulan saja namanya sama. Karena merupakan keluarga yang berbeda, maka jangan ada yang dihapus.
Contoh 4
Ternyata dua KK dobel/kembar tersebut salah satunya mempunyai status Keluarga Bercerai (yang berarti KK tersebut sudah tidak aktif lagi), dan satunya lagi adalah KK baru yang masih aktif, maka biarkan saja keduanya (karena yang aktif hanya salah satunya).
Contoh 5
Ternyata dua dobel/kembar tersebut memang kepala keluarganya (Suami) sama, tetapi dengan istri yang berbeda. Maka tidak ada yang perlu dilakukan, dibiarkan saja, karena memang seperti itu cara entry data untuk suami yang mempunyai istri lebih dari 1.
Dan masih ada kemungkin kasus lain, silakan ditindaklanjuti sesuai hasil pengecekan.
Peringatan ada NIK dobel tersebut hanyalah untuk membantu menginformasikan bahwa ada 2 atau lebih KK yang mempunyai NIK sama persis, dan tindakan yang perlu dilakukan bergantung pada hasil pengecekan lebih detail terhadap semua KK yang mempunyai NIK kembar tersebut.
Maka silakan lakukan pengecekan lebih lanjut pada tiap KK yang mempunyai NIK dobel tersebut.
Contoh 1
Ternyata dua KK dengan NIK kembar tersebut benar-benar persis sama termasuk semua detail di dalamnya, maka bisa dihapus salah satunya.
Contoh 2
Ternyata dua KK dengan NIK kembar tersebut memang mirip, tapi tidak persis sama. Salah satu KK-nya berisi data yang kurang lengkap, sedangkan KK satunya lagi berisi data yang lebih lengkap dan lebih baru. Maka tindakan yang diambil adalah menghapus KK yang datanya kurang lengkap tersebut, dan menyisakan KK satunya lagi yang datanya lebih lengkap dan lebih baru.
Contoh 3
Ternyata dua KK dengan NIK kembar tersebut adalah keluarga yang berbeda. Karena tidak mungkin orang yang berbeda bisa mempunyai NIK yang sama, berarti salah satu dari KK tersebut memiliki NIK yang salah. Silakan perbaiki KK yang NIK-nya salah tersebut, tanpa ada KK yang dihapus.
Contoh 4
Ternyata dua KK dengan NIK kembar tersebut salah satunya mempunyai status Keluarga Bercerai (yang berarti KK tersebut sudah tidak aktif lagi), dan satunya lagi adalah KK baru yang masih aktif, maka biarkan saja keduanya.
Contoh 5
Ternyata dua KK dengan NIK kembar tersebut memang kepala keluarganya (Suami) sama, tetapi dengan istri yang berbeda. Maka tidak ada yang perlu dilakukan, dibiarkan saja, karena memang seperti itu cara entry data untuk suami yang mempunyai istri lebih dari 1.
Dan masih ada kemungkin kasus lain, silakan ditindaklanjuti sesuai hasil pengecekan.
Biasanya terjadi kegagalan/error saat melakukan Backup As File disebabkan karena browser yang digunakan bukan Google Chrome.
Mohon dipastikan sudah menggunakan browser Google Chrome, dan juga sudah diupdate ke versi terbaru.
Jika menemui error semacam ini:
Maka pastikan GPS/Location pada Smartphone sudah aktif:

dan Location pada Chrome sudah mengijinkan aplikasi PWA untuk mengakses lokasi, cek dengan cara sbb:
Pada Chrome buka menu Pengaturan ➡️ Privasi and Keamanan ➡️ Setelan Situs ➡️ Lokasi

Pastikan alamat/link PWA sudah masuk dalam Blok “Diijinkan” seperti pada contoh gambar di atas.
Jika semua sudah benar tetapi error tersebut tetap muncul,
Maka lakukan 3 langkah sbb:
LANGKAH 1
Pada Chrome buka menu:
Pengaturan ➡️ Privasi and Keamanan ➡️ Setelan Situs ➡️ Lokasi

Muncul tampilan di atas, tekan/pilih link Pemutakhiran PPK22 seperti pada contoh gambar

Akan muncul tampilan seperti di atas, tekan tombol Hapus
LANGKAH 2
Pada Chrome buka menu:
Setelan ➡️ Privasi and Keamanan ➡️ Hapus Data Penjelajahan ➡️ Lanjutan

Muncul tampilan di atas, kemudian atur seperti sbb:
- Rentang Waktu pilih 7 hari terakhir atau bahkan lebih
- Centang pada pilihan Histori Penjelajahan
- Centang pada pilihan Cookie dan Data Situs
- Centang pada Sandi Tersimpan
- Centang pada Data formulir isi-otomatis
- Centang pada Setelan situs
Selanjutnya tekan tombol Hapus Data
LANGKAH 3
Restart Smartphone, kemudian buka PWA dan login lagi
Kenapa Target KK pada Progress Kerja ini…

… tidak sama dengan jumlah KK pada Daftar Keluarga?

Karena memang dua angka tersebut tidak harus sama.
Begini penjelasannya:
Target KK pada Progress Kerja di halaman awal (Home) adalah total target KK untuk Pendata tersebut, yang jumlahnya sesuai dengan Target KK yang diisikan oleh MD pada Aplikasi Portal.
Misal pada Aplikasi Portal MD mengisikan Target KK untuk RT01=55, RT02=80, dan RT03=105. Kemudian Pendata Fatimah diberi wilayah kerja RT01, RT02, dan RT03. Maka di halaman awal Progress Kerja akan muncul angka 240 KK (55+80+105), yang merupakan target pemutakhiran yang harus dicapai oleh Pendata Fatimah.
Sedangkan Jumlah KK dalam Daftar Keluarga adalah total data KK yang pernah dientry saat PK21/PPK22. Semua KK hasil entry pada PK21/PPK22 untuk wilayah RT01, RT02, dan RT03 tersebut diambil dari server dan ditampilkan di HP Pendata siap untuk dimutakhirkan.
Jika hanya tampil layar putih kosong saja pada HP (Smartphone), pastikan spesifikasi HP sudah sesuai persyaratan.
Jika ternyata spesifikasinya tidak sesuai, maka solusinya adalah ganti menggunakan HP lain yang sesuai persyaratan.
Namun jika ternyata spesifikasinya sudah sesuai, maka Browser Chrome perlu untuk dibersihkan, dengan langkah-langkah sbb:
- Cek hasil pendataan User tersebut pada perangkat lain (misal HP atau Laptop milik MD). Semua data yang tampil pada perangkat tersebut adalah data yang sudah aman (sudah berada pada server). Jika data yang muncul tersebut sesuai, maka berarti aman untuk melanjutkan ke langkah selanjutnya.
- Buka browser Chrome di HP yang bermasalah tadi, lakukan clear History dan clear Cookies setidaknya dibersihkan rentang waktu 7 Hari atau bahkan lebih.
- Buka lagi Chrome di HP tersebut, buka aplikasi PPK22 dengan mengetikkan alamatnya, dan login ulang user Kader Pendata
Cara Clear History dan Cookies pada Chrome berbahasa Inggris:
Pada Chrome buka menu:
Settings ➡️ Privacy and Security ➡️ Clear Browsing Data ➡️ Advanced
Kemudian atur seperti ini:
- Time Range pilih 7 days atau bahkan rentang yang lebih lama lagi
- Centang pada pilihan Browsing History
- Centang pada pilihan Cookies
- Centang pada Saved Passwords
Selanjutnya tekan tombol Clear Data

Cara Membersihkan Histori dan Cookie pada Chrome berbahasa Indonesia:
Pada Chrome buka menu:
Setelan ➡️ Privasi and Keamanan ➡️ Hapus Data Penjelajahan ➡️ Lanjutan
Kemudian atur seperti ini:
- Rentang Waktu pilih 7 hari terakhir atau bahkan rentang yang lebih lama lagi
- Centang pada pilihan Histori Penjelajahan
- Centang pada pilihan Cookie
- Centang pada Sandi Tersimpan
Selanjutnya tekan tombol Hapus Data

Cara login user Operator masih sama dengan pada saat PPK22 lalu, bedanya hanya pada alamat aplikasi PWA nya (tidak sama dengan PPK22 lalu).
Pertanyaan dan Jawaban Khusus Seputar Approval pada Portal – Modul Pembayaran
Sebelum melakukan Approve, pastikan terlebih dahulu:
- Identitas SDM sudah diperbarui (diupdate) sesuai kondisi saat ini
- Sudah tidak ada lagi data dengan status Received, Tersimpan, apalagi Kosong
- Pada Portal Approval tidak diblok merah
- Jumlah Data pada HP Kader per Rekap RT harus sama dengan yang tertera pada Portal Approval per RT (cek pada gambar di bawah). Jika masih ada yang belum sama, silakan diselesaikan dulu, sebelum fokus pada pengecekan lainnya.
Jika masih ada pertanyaan atau ada hal yang masih ragu, silakan cek pada penjelasan-penjelasan lain di situs ini terlebih dahulu sebelum menghubungi Admin Provinsi
Gambar berikut adalah padanan angka pada HP Kader dan Portal Approval yang harus dicek/harus sama

Warna merah bisa berarti masih ada data yang sudah ada dalam server namun belum masuk approval, sehingga harus ditunggu.
Bisa juga ada data duplikat.
Untuk lebih jelasnya, silakan lihat kode angka pada kolom paling kanan (kolom Keterangan), dan posisikan kursor pada kolom tersebut yang diblok merah. Atau bisa juga klik pada tanda huruf (i) di kanan atas untuk keterangan lebih lengkap.
Perlu dipahami bahwa apa yang muncul pada HP Kader belum tentu sudah tersinkron sepenuhnya dengan server.
Untuk memastikan, maka harus dicek dari perangkat lain, menggunakan username Kader tsb.
Langkah-langkahnya adalah sbb:
- Kita harus menggunakan perangkat lain selain HP Kader tersebut, sebut saja HP Test.
- Lakukan clear storage pada HP Test (tidak cukup hanya clear cache saja), wajib dilakukan agar pengecekan akurat.
- Jika belum mengetahui cara clear storage, bisa lihat video ini [VIDEO PETUNJUK CARA CLEAR DATA ▶️ >> ]
- Pada HP Test, lakukan login menggunakan username milik Kader Pendata yang akan kita cek, tunggu hingga proses sinkron selesai
- Angka yang akan muncul pada HP Test ini adalah cerminan data yang tersimpan pada server.
Jika pada HP Kader berbeda dengan HP Test, berarti HP Kader belum sepenuhnya tersinkron dengan server, maka langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah:
- Pada HP Kader, lakukan logout, login kembali, dan sinkronisasi, kemudian beri jeda waktu sekitar 30 menit.
- Pada HP Test lakukan clear storage.
- Login pada HP Test menggunakan username Kader
- Jika hasilnya masih tetap belum sama, lakukan Backup pada HP Kader, dan kirimkan file hasil backupnya ke HP Test.
- Pada HP Test melakukan restore dari file tersebut, setelah itu lakukan sinkronisasi, dan beri jeda waktu sekitar 30 menit.
Jika langkah-langkah di atas tetap masih belum berhasil, ada kemungkinan datanya masih ‘tersangkut’ di HP Kader dan tidak dapat disinkronkan ke server, sehingga memerlukan pengecekan secara khusus.
- Di HP Kader, DIDATA sudah 100 KK ✔️
- Kroscek di HP Lain, yg sebelum login juga sudah melakukan clear storage agar akurat, hasilnya sama dengan HP Kader, yaitu DIDATA sudah 100 KK ✔️
(Jika belum paham caranya clear storage silakan tonton VIDEO ▶️ TUTORIAL CLEAR STORAGE & CACHE) - Tapi di Approval kenapa DIDATA hanya 98 KK ? ❌
Menemui kasus yang mirip seperti itu?
Perlu diketahui bahwa dari server utama ke modul Portal Approval perlu jeda waktu, dan terkadang jedanya bisa cukup lama
Hal yang dapat dilakukan adalah sbb:
- Pada HP Kader, lakukan Logout, Login kembali, dan sinkronisasi
- Silakan ditunggu datanya dapat muncul di Portal Approval, bisa jadi butuh waktu lama.
Jumlah “YANG ADA” adalah target RT yang diisikan sendiri oleh MD pada Portal Target KK Wilayah.
Jumlah “DIDATA” adalah total KK yang didata oleh Kader dan masuk Progress.
Jika “YANG ADA” dan “DIDATA” tidak sama, silakan dikroscek antara hasil yang didata oleh Kader, dengan target RT yang diinput oleh MD pada Portal Target KK Wilayah. Seharusnya dari situ dapat diidentifikasi mengapa tidak sama.
Pada HP Kader maupun Portal Approval, total angka DIDATA keseluruhan RT sudah sesuai dengan total YANG ADA (Target).
Namun jika dicek per RT, ternyata ada yang lebih, dan ada yang kurang, namun untuk total keseluruhan sudah sama.
Dalam kondisi seperti ini, apa yang harus dilakukan?
Pertama, pastikan lagi bahwa Total Keseluruhan (semua RT) DIDATA untuk Kader tersebut sudah sama dengan Total Keseluruhan (semua RT) YANG ADA.
Jika sudah yakin sama, silakan hubungi provinsi untuk dikonsultasikan.
Referensi PPK23
Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur
dikelola oleh Fajar Mukti